Patut Dicontoh! Grup Usaha Sukanto Tanoto Ini Sisihkan 100 Miliar Per Tahun Untuk Kegiatan Sosial

29 Jul 2017 14:15
Tags

Back to list of posts

sukanto_tanoto.jpg

Siapa yang tak kenal dengan Sukanto Tanoto? Nama ini sangat populer utamanya di kalangan pebisnis di Indonesia. Lahir di Belawan, Sumatera Utara pada 25 Desember 1949, pria ini dikenal sebagai pengusaha sukses yang dermawan dan berjiwa sosial. Hampir setiap tahun nama Sukanto Tanoto selalu masuk dalam list jajaran orang terkaya di Indonesia. Dengan total harta sejumlah US$ 2,1 miliar atau sekitar 25,2 triliun jika dirupiahkan, Sukanto Tanoto berhasil masuk dalam daftar 10 orang terkaya di negeri ini menurut versi sebuah majalah bisnis dan finansial terpopuler asal Negeri Paman Sam Amerika Serikat, yakni Forbes. Tentunya hal ini merupakan suatu pencapaian mengagumkan bagi Sukanto Tanoto yang merintis sendiri kerajaan bisnisnya mulai dari nol hingga sukses seperti saat ini.

Kerajaan bisnis Sukanto Tanoto bermula ketika ia menjalankan usaha di industri pengolahan kayu dan kehutanan beberapa tahun silam, tepatnya pada tahun 1972. Bisnis ini kemudian berkembang hingga akhirnya ia bisa mendirikan kelompok usaha yang diberi nama The Royal Golden Eagle International atau disingkat RGEI, yang dulunya dikenal dengan nama Raja Garuda Mas.

Sukanto Tanoto juga mendirikan sebuah lembaga yang dinamai dengan nama belakangnya sendiri yakni Tanoto Foundation. Lembaga Tanoto Foundation ini bergerak dan berfokus khusus di bidang sosial, yakni melakukan kegiatan yang bersifat filantropi dari kegiatan usaha yang dijalankan oleh RGEI Group. RGEI Group sendiri memiliki beberapa bidang usaha yakni perkebunan sawit yang dikelola oleh PT. Asian Agri serta hutan tanaman industri (HTI) yang di-manage oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Dalam rangka menjalankan kegiatan sosial, Tanoto Foundation rutin tanpa pernah absen menyisihkan dana sebesar 100 miliar rupiah setiap tahunnya. Fakta ini diungkapkan langsung oleh sang Manajer Program CSR dari Tanoto Foundation, Lukman Moeslich saat diwawancarai oleh salah satu media cetak di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat pada hari Rabu, 8 Juli 2015. Lukman Moeslich mengatakan bahwa Tanoto Foundation mengelola sendiri dana 100 miliar untuk berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Sihol Aritonang yang merupakan salah satu pengurus Tanoto Foundation menjelaskan bahwa dana yang dikelola oleh lembaganya tersebut disalurkan untuk berbagai kegiatan sosial seperti pendidikan, pemberdayaan petani, UMKM, dan masih banyak lagi. Salah satu wujud nyatanya adalah beasiswa Tanoto Foundation. Beasiswa ini dikenal sebagai salah satu beasiswa yang bergengsi dengan nominal besar di Indonesia. Beasiswa Tanoto Foundation ini disalurkan ke berbagai institusi pendidikan mulai dari tingkat PAUD hingga jenjang kuliah S3. Sebanyak 5.200 orang dari 28 perguruan tinggi pun menjadi penerima beasiswa ini sejak tahun 2016.

Tak hanya memberikan beasiswa saja, di sekitar lokasi usaha yang terletak di Sumatera Utara, Riau, dan Jambi, Tanoto Foundation juga melaksanakan sebuah program pemberdayaan masyarakat dan petani plasma. Sejumlah 26.000 petani plasma diberdayakan di lahan seluas 60.000 hektar kebun sawit di bawah pengelolaan Asian Agri. Sungguh suatu langkah mengesankan yang patut dicontoh dari Tanoto Foundation.

Profile Sukanto Tanoto inside-rge.com

Comments: 0


Unless otherwise stated, the content of this page is licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 3.0 License